Blog sederhana untuk berbagi informasi

Budidaya Semut Kroto

Budidaya Semut Kroto - Saat ini bisnis semut rangrang yang menghasilkan kroto sedang naik daun.
Banyak orang yang tertarik untuk membudidayakan semut rangrang ini. Bisnis ini banyak di lirik karena pembudidayaannya yang sangat mudah dan tidak menyita banyak waktu serta biaya.


Dari budidaya semut rangrang ini dapat menghasilkan kroto. kroto merupakan campuran telur, larva dan puva dari semut rangrang
Semut rangrang ialah hewan yang sangat menjaga daerah kekuasaannya. Segala hal yang dapat mengganggu daerah kekuasaannya bisa menjadi santapan makanannya.
Semut rangrang biasanya membangun daerah kekuasaannya atau sarang untuk berkoloni dengan menganyam daun-dedaunan.
Bisanya pohon yang memiliki daun lebar dan lentur atau daun yang kecil namun rimbun dijadikan sarang yang pas untuk berhabitat. Dalam sebuah ekosistem, koloni semut ini bisa dijadikan sebagai predator hama.
Semut rangrang berkembangbiak dengan cara bertelur. Mereka membuat sarang dengan cara memanfaatkan jaring-jaring putih yang terdapat pada telur.
Sarang tersebut bermanfaat untuk menjaga dan menumbuhkan telur menjadi larva, pupa dan kemudian menjadi imago. Dalam berkembangbiak dan membuat sarang, semut ini akan menjauhkannya dari segala macam gangguan, oleh karena semut ini membuat sarang di tajuk pohon yang tinggi dan akan memindahkannya ke tempat yang lebuh teduh ketika musim panas.




Dalam satu koloni semut rangrang terdiri dari empat jenis semut yang memiliki tugas tersendiri. Mereka adalah:
  1. Ratu semut : Pemimpin dalam sebuah koloni. Tugasnya adalah petelur penghasil kroto, sekali bertelur bisa mencapai ribuan. Bentuknya paling besar diantara anggota koloni, seperti lalat hijau atau tawon, ratu semut hanya berdiam diri di sarangnya
  2. Semut jantan : Tugasnya adalah membuahi ratu semut agar bertelur. Bentuknya lebih kecil dari pada ratu semut dan berwarna kehitaman. Umur semut jantan sangat singkat, setelah mengawini sang ratu, semut jantan akan mati.
  3. Semut pekerja : Merupakan semut betina yang tidak bisa dibuahi dan bertugas menjaga telur-telur hingga menetas. Semut pekerja merupakan semut betina yang mandul, ukurannya paling kecil sekitar 5-6 mm.
  4. Semut prajurit : Semut ini bertugas mencari makanan untuk anggota koloni dan juga menjaga keamanan koloni mereka. Semut prajurit ini jumlahnya paling banyak dalam koloni. Ukuran semut prajurit sekitar 8-10 mm, memiliki rahang dan kaki yang kuat, di kepalanya terdapat sepasang antena yang panjang.

Budidaya semut rangrang



Di Indonesia, semut rangrang banyak dibudidayakan seiring dengan berkembangnya hobi burung peliharaan dan hobi memancing. Kroto merupakan salah satu pakan alami yang dianggap bisa meningkatkan kualitas burung peliharaan.
Saat ini berbagai metode budidaya kroto berkembang dengan pesat. Kroto tidak hanya bisa dibudidayakan di pepohonan dengan sarang yang terbuat dari daun. Tapi juga bisa dipelihara di dalam rumah dengan sarang dari berbagai jenis material. Beberapa diantaranya toples, plastik kontainer, selongsong bambu hingga paralon.
Budidaya semut rangrang menjadi semakin menarik karena bisa dijalankan dengan modal kecil dan infrastruktur terbatas. Cocok sebagai usaha rumahan atau dimulai sebagai usaha sampingan.
Sebagai gambaran, dari pengalaman beberapa peternak di daerah Jabodetabek, budidaya kroto terlihat hasilnya setelah 1,5 tahun (18 bulan). Dengan modal sekitar 30 jutaan dalam 1,5 tahun bisa dihasilkan pendapatan bersih sebesar 54 jutaan, atau hampir dua kali lipatnya.
Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis semut rangrang dapat menghasilkan kroto. Semut rangrang yang berjenis semut merah yang memiliki nama latin Oecophylla smaragdina. Semut jenis ini juga lebih dikenal dengan semut api atau karangge. Semut ini banyak ditemukan di Asia Tengara hingga Australia.
Dahulunya kroto dapat ditemukan di alam bebas. Semut rangrang yang telah berkoloni dapat menghasilkan kroto yang dapat dijumpai ditengah rimbunnya pepohonan.
Namun seiring dengan perkembangan zaman yang mempengaruhi tingginya permintaan akan kroto, keberadaan kroto di alam bebas semakin sulit untuk ditemukan. Sehingga banyak orang yang tertarik untuk memproduksinya dengan cara membudidayakan koloni semut rangrang.
Semut rangrang adalah jenis semut yang  tidak dapat hidup sendiri. Ia hidup dalam sebuah koloni atau kelompok besar. Dalam satu koloni biasanya terdiri dari satu buah semut ratu, semut jantan, semut pekerja dan semut prajurit.
Dalam satu buah koloni biasanya terdiri dari beberapa sarang. Setiap sarang bisa dihuni oleh semut rangrang yang berkisar antara 4000 – 5000 ekor semut. Setiap daerah kekuasaan koloni semut rangrang bisa mencapai luas hingga 1000m2.

berdasarkan informasi tersebut, bisa disimpulkan sebagai berikut :

Habitat semut rangrang
Semut rangrang merupakan hewan sosial, selalu ditemukan dalam kelompok besar atau koloni. Dalam setiap koloni bisa terdapat hingga setengah juta ekor semut. Satu koloni semut terdiri dari beberapa sarang. Setiap sarang dihuni oleh sekitar 4.000-5.000 ekor semut, tergantung ukurannya. Semut rangrang merupakan jenis hewan teritorial yang sangat mempertahankan daerahnya. Apapun yang mengganggu daerah kekuasaannya bisa dijadikan santapan koloni.
Semut rangrang membangun sarangnya dari daun-daunan yang dianyam sedemikian rupa. Oleh karena itu disebut juga sebagai semut penganyam. Pohon yang disukai semut rangrang memiliki daun yang lentur dan lebar, atau daun yang kecil-kecil namun rimbun.
Dalam ekosistem, koloni semut rangrang berperan sebagai predator hama. Di beberapa tempat seperti kebun jeruk dan kebun buah-buahan lain keberadaan semut jenis ini justru dipelihara untuk mengendalikan hama.

Perkembangbiakan semut rangrang
Semut rangrang berkembangbiak dengan bertelur. Seluruh koloni secara bersama-sama menjaga telur tersebut. Mereka membangun sarang dengan memanfaatkan jaring-jaring putih yang terdapat dalam telur. Sarang digunakan untuk menumbuhkan telur-telur menjadi larva, pupa dan kemudian menjadi imago.
Untuk berkembang biak dan membuat sarang, semut cenderung akan menjauh dari gangguan. Oleh karena itu, mereka sering ditemukan membuat sarang di tajuk-tajuk pohon yang tinggi. Namun di musim panas, semut akan memindahkan sarangnya ke tempat yang lebih rendah untuk berteduh dari terik matahari.

Makanan semut rangrang
Semut rangrang menyukai makanan yang mengandung protein dan gula yang tinggi. Kebutuhan gula didapatkan dari nektar dan simbiosis mutualisme dengan kutu-kutuan jenis aphid, penghasil embun madu. Semut mendapatkan cairan manis kutu daun, sementara kutu mendapat perlindungan dari serangan predator lainnya.
Namun bila serangga tersebut sudah tidak bisa menghasilkan embun madu lagi, atau populasinya sudah terlalu tinggi semut rangrang akan memangsanya.
Kebutuhan protein dan lemak didapat dari mangsa, biasanya berupa serangga, cicak dan hewan kecil lainnya. Kadang-kadang semut ini memakan bangkai dari hewan-hewan besar. Semut rangrang juga bisa memangsa hewan yang ukurannya ratusan kali lipat lebih besar dari tubuhnya. Mereka menyerang dan melumpuhkan mangsanya secara berkelompok.





0 comments:

Post a Comment

Budidaya Semut Kroto